Sunday, 3 May 2015

Perbedaan GoPro Hero4 Black dan Silver

Perbedaan GoPro Hero4 Black dan Silver-- Ok kali ini Kumpulan Tips Photography akan membahas apa aja sih perbedaan yang terdapat di GoPro Hero4 Black dan Silver, Monggo disimak dengan seksama
Perbedaan GoPro Hero4 Black dan Silver
GoPro Hero 4 Black
Kemampua merekam video resolusi 4K 30fps, atau lebih tinggi dibanding model sebelumnya yang mencapai 15fps. Resolusi video lain dengan 2.7K 50fps, 1440p 80fps, Full HD dan 960p 120fps,  HD video 120 fps. Untuk opsi seting slow motion 240fps sepertinya dicabut.
Untuk pengambilan foto tetap dapat mengambil gambar dengan 12Mpix pada kecepatan 30fps.
Suara camera GoPro Hero 4 juga diperbaiki kemampuannya, dan fitur yang baru dengan 2x dynamic range. Bagian lensa dapat diatur untuk Ultra WIde, Medium dan Narrow. Menandingi produk HTC, GoPro Hero 4 dapat dibawah menyelam sampai kedalaman 40 meter (dengan case). Perangkat lain yang disediakan dari WIFI, Bluetooth, exposure setting untuk mengambilan gambar malam hari, dan QuikCapture dengan instan ketika camera aktif dan merekam dengan stu tombol.
Harga GoPro Hero 4 Black sekitar $500.

Perbedaan GoPro Hero4 Black dan Silver

GoPro Hero 4 Silver
Model ini malah tidak menawarkan recording 4K secara penuh, tapi memiliki layar sentuh / touch screen display.
Untuk recording video dari resolusi 4K 15fps, 2.7K 30fps, 1440p 48fps, Full HD 60fps, 960p 100fps, HD video 120 fps.
Atau capture video untuk Full HD p60 dan HD p120 video
Harga GoPro Hero 4 Silver $400.'

Perbedaan GoPro Hero4 Black dan Silver

GoPro Hero edisi 2014
Satu lagi camera Action Cam GoPro Hero. Tidak mengunakan nama 3 atau 4, hanya GoPro Hero saja. Camera action murah tanpa fitur aneh aneh. Hanya mengambil gambar Full HD 1080p30 atau 720p60, fitur QuikCapture sudah ada di camera ini. Tinggal di on camera langsung merekam.
Kecepata Furst Speed 5 foto perdetik dengan ukuran foto 5Mpix atau durasi 0,5 detik untuk timelapse.
Satu perbedaan dari teknologi GoPro Hero4 Silver dan Hero4 Black.
GoPro Hero Black denga fitur gambar Low Light (pencahayaan rendah). S
etting video dapat di set ke ISO 6400. Setting baru seperti Night Photo dan Night Lapse, maka camera dapat ditinggalkan untuk mengambil gambar selama 30 detik.

Demikianlah tips tentang Perbedaan GoPro Hero4 Black dan Silver yang bisa Kumpulan Tips Photography berikan, semoga bisa bermanfaat dan trimakasih atas kunjungannya

Spesifikasi dan Harga GoPro Hero4 Black

Berbicara tentang dunia potert memamng tak ada habisnya, baru baru ini GoPro merilis type terbarunya, yang diberi nama GopRo Hero 4 Black.
Kali ini Kumpulan Tips Photography akan memberikan info tentang Go pro hero 4 Black. apa saja sih fitur yang terdapat disana, dengan harga yang lumayan menguras kantong.
Spesifikasi dan Harga GoPro Hero4 Black


Features
High-definition video recording

With resolutions of 4K30, 2.7K60, 1080p120 and 720p240 for crisp, smooth footage.
Ultrawide-angle glass lens

Captures an expansive field of view for stunning videos and photos. Ultrawide, medium and narrow field-of-view options allow you to select your perspective.
Protune

Offers cinema-quality capture of photos and videos, as well as manual control over color, ISO limit, exposure and other settings. HiLight Tag makes it easy to identify video highlights to simplify playback, editing and sharing.
Night Photo and Night Lapse

Enable customization of exposure settings for nighttime time lapse photos. Auto low-light setting adjusts frame rates to optimize performance in low-light conditions.
12.0MP still image resolution

Allows you to take stunning photographs. Burst shooting up to 30 fps.
QuikCapture

Allows you to turn the camera on and begin recording with the push of a single button. SuperView lets you record video with an immersive field of view.
Time Lapse Video mode

Allows you to capture time lapse footage.
Auto image rotation

Helps simplify setup.
Standard waterproof housing

Enables use at depths of up to 131', so you can capture your underwater adventures in stunning high-definition.
Wearable, mountable design

Ensures flexible recording options and compatibility with most GoPro mounts (curved and flat adhesive mounts included).
Built-in microphone

Records crisp, clear sound with minimal distortion and a high dynamic range.
microSD slot

Supports select cards for expansive storage capabilities (card not included).
Rechargeable battery

Enables extended recording.
Built-in Wi-Fi and Bluetooth

Offer enhanced connectivity to the GoPro app (download required), as well as a range of accessories (not included).





Demikianlah tips tentang Spesifikasi dan Harga GoPro Hero4 Black yang bisa Kumpulan Tips Photography berikan, semoga bisa bermanfaat dan trimakasih atas kunjungannya

Friday, 4 July 2014

Apa sih GoPro itu???

Melihat sekilas, kamera ini kamera main-main. Mungkin ada yang menganggap kamera dari Mekkah, khas oleh-oleh yang baru datang dari tanah suci. Tapi sebenarnya, kamera ini tangguh. Asal, bersama aksesorisnya. Jika hanya bodi saja, daya gunanya tak maksimal. Itulah kamera GoPro. Tentang kamera ini ada banyak review-nya di internet, khususnya yang berbahasa Inggris.
Apa sih GoPro itu??? 

Tak pernah berpikir ada kamera jenis ini. Nanti pernah ada tamu yang datang ke rumah mengenalkan kamera aksi ‘action camera’, wawasan itu baru ada. Untuk berpikir menjadi salah satu alat kerja tak terlalu utama. Belakang, setelah ada banyak publikasi mengenai kamera aksi di Youtube, harapan itu mulai ada. Khususnya tentang kamera GoPro Hero 3, yang publikasinya di dunia maya cukup masif. Menggoda untuk memilikinya.

Butuh waktu hampir dua tahun hingga akhirnya bisa memiliki jenis kamera ini, sebagai salah satu kelengkapan alat kerja di lapangan. Ya, memang saya sudah memiliki Nikon D300s beserta housing-nya serta Nikon Coolpix AW-100 yang walau tanpa housing bisa dibawa menyelam di kedalaman 10 meter ke bawah serta ada fasilitas GPS. Tapi, ada beberapa ‘kelemahan’ dua kamera tersebut dibanding kamera aksi GoPro. Demikian juga sebaliknya. Apa itu?

Kamera ukurannya kecil, seukuran wadah korek api GoGo, tapi GoPro lebih tebal setengah senti. Lebih tampak sebagai mainan daripada kamera serius untuk profesional. Kedua, tak ada lubang intip (view finder) atau LCD untuk melihat bagaimana posisi obyek (kecuali membeli khusus LCD yang bisa dipasang di belakang bodi yang harganya hampir 1 juta). Itu jadi masalah besar bagi yang tak terbiasa; masalah besar sebab kita tak tahu komposisi obyek.

Apa sih GoPro itu??? 
Fitur-fitur yang sangat sederhana. Bila di kamera digital lain tombol-tombol fitur minimal lima, maka di GoPro hanya tiga. Tombol power yang juga jadi mode, tombol shutter juga untuk enter, dan satu tombol wifi. Kombinasi dua tombol awal adalah pemilihan menu. Untuk isinya tak banyak, jadi bisa mudah memahaminya tapi gampang lupa. Sedikitnya tombol menjadikan kamera ini 99% auto (1% itu hanya pilihan pada Spot Meter alias Yes atau Not). Tak ada pengaturan kecepatan, tak ada pengaturan bukaan, tak ada pengaturan ISO, dan pengaturan-pengaturan lain seperti yang ada di kamera digital pada umumnya.
Kekurangan di atas memberi kesimpulan bahwa sepertinya kamera GoPro kamera jadul. Satu-satunya LCD yang ada di situ masih monokrom, seperti kalkulator, dan tak ada lampu flash. Betul-betul ketinggalan jaman. Begitu kira-kira.
Tapi ternyata, kekurangan di atas memang disengaja. Dugaan saya, selain memang ada yang tidak terlalu penting, juga untuk menghemat baterei. Dengan kata lain, kamera ini betul-betul hanya mengandalkan dua bagian utama pada kamera, yaitu lensa dan sensor. Kan memang itu yang penting ada pada kamera. Jika itu tak ada, kamera tak bisa apa-apa. Kalau yang lain sih masih bisa tidak ada.

Nah, lalu apa kelebihan kamera ini. Pertama adalah kualitas gambar, khususnya GoPro Hero 3 seri Black. Bagi yang gemar mendokumentasikan aksi-aksi di lingkungan ekstrem atau aktivitas berbahaya dengan kualitas sangat bagus, kamera ini bisa diandalkan. Malah bisa dikatakan, kualitasnya mungkin terlalu berlebihan, alias mubasir juga sebab akan sangat jarang digunakan. Nanti saya jelaskan mengapa akan jarang digunakan.

Saya akan membandingkan kualitas video GoPro Hero 3 Black dengan dua kamera yang saya punyai (di atas sudah saya sebut) dan kamera merk lain yang saya tahu kualitas videonya, seperti Canon 7D.
GoPro Hero 3 Black resolusi videonya bisa sampai 4 K atau 4 K Cin atau kalau dalam resolusi layar sampai 4096 x 2160. Bandingkan dengan Nikon D300s yang hanya 1080 x 720 atau Coolpix AW-100 yang beresoulsi 1920 x 1080 alias sudah full HD, tapi pada GoPro telah ultra HD.

Frame per detiknya juga belum pernah saya temukan di kamera digital biasa, yang berkisar 12.5, 24, 25, 48, 50, 60 sampai 100. Apa artinya, bagi yang gemar membuat atau menghasilkan adegan lambat (slow motion), fps yang tinggi amat memanjakan. Singkat kata, ada sekitar sembilan kombinasi antara resolusi dengan fps-nya, tergantung film mau dipake apa nantinya.

Apa sih GoPro itu??? 
Saya katakan demikian, ini juga sekaligus menjelaskan maksud mubasir di atas, sebab kalau menggunakan resolusi maksimalnya, yaitu kelas cinema (sinema alias setingkat dengan kualitas film bioskop) maka, pertama, kartu memori akan cepat penuh. Jika menggunakan kualitas itu, minimal menggunakan kartu microSD kapasitas 32 atau 64 GB yang berkelas 10 (kecepatan tulis paling cepat). Kalau kartu 2 GB saja, itu bisanya 3 menit video kualitas bagus.

Kedua, ketika file sudah ada di komputer, bila file-nya langsung masuk perangkat editing, akan sangat berat dan (dalam bahasa Mandar) akan “tekke-tekke”. Itu sempat saya alami padahal saya sudah menggunakan MacBook Pro 17” prosesor Core i7 dengan RAM 8 (diolah di Final Cut 10).

Untuk kualitas foto, biasa-biasa saja. MB-nya sampai 12 saja (seri Silver dan White masing-masing 11 dan 5 MB). Tapi yang membuat decak kagum adalah burst-nya, bisa sampai 30 foto dalam 1 detik! Kalau Nikon D300s, paling banter 8 sampai 9 foto dalam 1 detik. Bedanya, sesaat setelah mengutip burst, butuh kamera butuh waktu beberapa detik menuliskan file foto ke kartu memori. Alias leg-nya cukup lama dibanding kamera DSLR.

Lalu bagaimana dengan kualitas warnanya? Kualitas warna, baik foto maupun film juga biasa-biasa. Tapi khusus kualitas warna video, biasa di sini kira-kira sama maknanya penampakan warna RAW pada foto DSLR. Maksudnya, warnanya memang tampak biasa-biasa, tapi sebenarnya file tersebut memberi keleluasaan untuk memperbaiki warnanya. Sebabnya apa? Sebab file video yang dihasilkan bisa dianggap file RAW. Itu sebabnya, walau sensor GoPro kecil (dibanding DSLR), tapi pengolahan filenya tidak sama.

Untuk mengatur ulang warna dan kompresi file, sebelum masuk ‘meja’ editing akhir, file dianjurkan melalui dulu program GoPro CineForm yang bisa didownload gratis dari web gopro.com. Faktor lain, jika sudah dikonversi di CineForm, file tidak akan berat lagi diolah, tapi kualitasnya tetatp terjaga (kompresinya khusus, tidak seperti kompresi lainnya, yang menurunkan kualitas gambar).

Kelebihan lainnya, bila ingin mencoba atau yang gemar membuat film tiga dimensi, menggunakan GoPro relatif mudah dan murah dibanding bila membeli kamera 3D betulan. Dengan menggunakan dua bodi kamera GoPro dalam satu wadah khusus dan setelah melalui penyatuan file dari kamera kanan dan kiri di GoPro CineForm, film tiga dimensi sudah bisa dihasilkan. Pun sudah bisa dipakai menyelam (anti air). Dianjurkan untuk menggunakan kacamata tiga dimensi untuk melihat hasilnya walau itu hanya di monitor komputer (bukan monitor khusus).

Berikutnya adalah aksesoris yang bisa disiapkan khusus untuk GoPro. Bila dibandingkan dengan jenis kamera lain, aksesoris GoPro cukup lengkap dan relatif murah. Misalnya harga housing yang bisa membawa kamera sampai ke kedalaman 60 meter, yang harganya tidak sampai 1 juta (housing-nya malah sudah ada saat beli kamera ini). Bandingkan dengan housing poket sejenis Canon PowerShot yang harganya di atas dua juta.

Sebab ukuran kameranya kecil, GoPro bisa dipasang di mana-mana (asal menggunakan aksesorisnya), seperti di kepala, di atas atau samping helem, di dekat ban motor/sepeda, di atas kap mobil, di haluan atau burita papan surfing, di dada, dan di lokasi-lokasi ekstrim lainnya. Yang bila kamera DSLR di situ, si pemilik akan berpikir dua kali (sebab berat, berpotensi jatuh, dan butuh alat aksesoris yang cukup mahal).

Lensa GoPro Hero 3 sudah pakem, yaitu lensa wide. Hasilnya ultra wide, tapi belum sampai seperti distorsi lensa mata ikan. Beberapa video di internet (Youtube) memperlihatkan GoPro yang diganti lensanya. Tapi itu butuh lensa dan keahlian khusus. Yang jelas, lensa bawaannya yang wide dengan F sampai 2.8 sudah lumayan, yaitu memperluas daerah tangkapan (jadi tak perlu terlalu khawati obyek tak masuk dalam frame).

Kamera GoPro Hero 3 sudah built in wifi. Artinya, bisa dikendalikan dari jauh untuk menekan shutter. Remote wifi sudah bawaan sejak membeli. Bagi yang punya iPhone atau Samsung Galaxy yang bisa install aplikasi GoPro, bisa menjadikan monitor hp atau tabletnya sebagai LCD darurat. Dikatakan darurat, sebab dari layar bisa dilihat penampakan apa yang dicakup lensa (frame), hanya saja tampilannya kecil (bila mau full screen, tap area monitor yang memperlihatkan cakupan lensa) dan tidak realtime. Ada leg beberapa detik antara apa yang dilihat oleh kamera dengan apa yang tampak di LCD kamera. Jadi, tidak sebaik dengan LCD yang telah menempel di kamera digital pada umumnya. Ini saya alami saat saya menggunakan iPhone 4 dalam mengendalikan GoPro Hero 3.
Apa sih GoPro itu??? 
Jadi apa kesimpulannya atas kamera GoPro? Bagi pengguna awam, yang hasil video untuk diaplod di Youtube saja, komputer yang digunakan lelet, dan ingin langsung melihat hasil jepretan, tak dianjurkan untuk menjadikan kamera ini sebagai kamera utama. Anda akan stress memilikinya. Kamera ini dibuat (khusus) bagi orang yang biasa ke lingkungan ekstrem untuk mendokumentasi. Baik aksi diri sendiri maupun orang lain. Misalnya pe-motor cross, penyelam atau yang biasa snorkling, pe-sepeda atau pe-motor yang suka touring, pembuat film atau iklan, jurnalis (yang biasa investigasi), dan para aktivis pecinta alam.

Dilihat dari harga, GoPro Hero 3 (yang termahal) relatif murah. Tidak sampai 5 juta, yang sama harganya dengan DSLR paling murah (di Nikon dan Canon). Selain bodi, juga sudah mendapat ‘kesing’ (housing) anti air dan beberapa alat. Tapi belum termasuk aksesoris seperti kartu memori, alat untuk menempelkan ke kap mobil, ke sepeda, LCD, baterei tambahan, dan lain-lain. Yang jelas, kalau mau mengoleksi semua aksesoris GoPro, kira-kira butuh dana 5 juta lagi. Artinya, kelebihan kamera yang paripurna bisa dimiliki jika mengeluarkan bajet minimal 10 juta. Ya lumayan, tapi masih lebih murah dibanding DSLR semi-profesional yang hanya bodi saja.

Demikianlah tips tentang Apa sih GoPro itu??? yang bisa Kumpulan Tips Photography berikan, semoga bisa bermanfaat dan trimakasih atas kunjungannya.

GoPro hero2

Oke kali ini kami akan membahas tentang kamera super canggih, yaitu GoPro hero2. GoPro hero2 mempunyai feature yang sangat menarik dimana bisa melakukan 10 shoot foto dalam 1 second/detik. Selain itu GoPro hero 2 ini nantinya bisa ditambah aksesoris Wi-Fi Backpack dan Wi-Fi remote yang berguna untuk mengatur perekaman video ataupun mode setingan kamera dari jarak jauh, bahkan bisa LIVE STREAMING di internet !!!
Kamera support hingga 32 GB SD card, dapat merekam hingga 3 jam lebih video nonstop dengan resolusi tertinggi dengan baterai yang terisi penuh sewaktu awal merekam. Data video tersimpan dalam SD card yang dipakai di kamera ini.
SD card tidak termasuk dalam paket kamera / dijual terpisah.

GoPro hero2 
Spesifikasi :

  • Professional 11MP Sensor
  • 2x Faster Image Processor
  • 2X Sharper Glass Lens
  • Professional Low Light Performance
  • Full 170º, Medium 127º, Narrow 90º FOV in 1080p
  • 120 fps WVGA, 60 fps 720p, 48 fps 960p, 30 fps 1080p Video
  • Full 170º and Medium 127º FOV Photos
  • 10 11MP Photos Per Second Burst
  • 1 11MP Photo Every 0.5 Sec Timelapse Mode
  • 3.5mm External Stereo Microphone Input
  • Wi-Fi BacPac™ and Wi-Fi Remote™ Compatible (coming soon)
  • Wi-Fi Video/Photo Preview + Playback + Control via GoPro App
  • Live Streaming Video and Photos to the Web

Demikianlah tips tentang GoPro Hero2 yang bisa Kumpulan Tips Photography berikan, semoga bisa bermanfaat dan trimakasih atas kunjungannya.

GoPro Hero3

GoPro Hero3-- GoPro, produsen kamera tangguh tahan banting, kemarin memperkenalkan kamera paling mungil dan paling cepatnya saat ini. Dinamakan GoPro Hero3,  kamera ini 30% lebih kecil, 25% lebih ringan, dan dua kali lebih cepat dari pendahulunya, Hero2. Hero3 sendiri ditawarkan dalam tiga varian, yaitu Black, Silver, dan White Edition.
GoPro Hero3 

GoPro Hero3 Black Edition adalah tipe teratasnya dengan sensor 12 megapixel dan kemampuan perekaman video sampai 4K (4000×2000 pixel) pada kecepatan 15 fps. Pengguna juga dapat memilih video 1080p di 60 fps atau 720p di 120 fps.

Sedikit di bawahnya adalah Hero3 Silver Edition dengan sensor 11 megapixel dan kemampuan perekaman 1080p 30 fps. Varian paling bawah adalah White edition yang memiliki kemampuan sama dengan Silver, tetapi hanya dilengkapi sensor 5 megapixel.

Berbeda dengan Hero2, Hero3 kini dilengkapi built-in Wi-Fi sehingga Anda tak lagi memerlukan aksesoris Wi-Fi BacPac yang sebelumnya ditawarkan GoPro agar dapat terhubung dengan ponsel. Wi-Fi juga dapat digunakan untuk terhubung dengan remote control yang sudah tersedia dalam paket penjualan Hero3 Black Edition, atau sebagai aksesoris tambahan senilai $80 bagi Silver dan White Edition.

Penjualan GoPro Hero3 akan dimulai tanggal 22 Oktober nanti dengan harga $199,99 untuk White Edition, $299.99 untuk Silver Edition, dan $399.99 untuk Black Edition. Selain kamera Hero3, juga ada aksesoris baru LCD Touchscreen seharga $80, extended battery seharga $50 dan mounting frame yang lebih ramping seharga $40.
 

Demikianlah tips tentang GoPro Hero3 yang bisa Kumpulan Tips Photography berikan, semoga bisa bermanfaat dan trimakasih atas kunjungannya.
© Copyright 2017 Kumpulan Tips Photography Template Modify by Kumpulan Tips Photography | Powered by Blogger.com.